Loading...
Loading...

Rocky Gerung Gak Diakui BPN Prabowo-Sandi

Loading...
Loading...


POJOKSATU.id, JAKARTA – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi tak mengakui Rocky Gerung merupakan bagian dari mereka. Bahkan, Rocky pun sama sekali tak pernah mendeklarasikan diri mendukung pasangan Capres-Cawapres nomor urut 02 itu.

Demikan disampaikan Jurubicara BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade, Jumat (1/2/2019).

“Rocky Gerung ini bukan bagian dari BPN atau tim pemenangan Prabowo-Sandi,” tegasnya.

Karena itu, pria yang juga Wasekjen Partai Gerindra itu menyatakan bahwa kritik kepada pemerintah yang salama ini dilontarkan Rocky adalah murni pendapatnya pribadi.

“Yang dikritik Rocky adalah setiap kebijakan keliru yang dikeluarkan pemerintah,” jelasnya.

Akan tetapi, anak buah Prabowo Subianto itu mengakui bahwa memang ada kebersamaan antara pihaknya dengan pria yang disebut-sebut filsuf itu.

“Hubungan yang menyatukan kami dan Rocky adalah kami sama-sama ingin pemerintah berjalan sesuai dengan cita-cita pendiri bangsa,” terangnya.

Lebih lanjut, Andre menyebut bahwa penguasa alergi dengan kritik demi kesejahteraan bangsa.

Hal itu berarti bahwa pemerintahan di bawah rezim Jokowi saat ini sudah keluar dari jalur demokrasi dan sudah menuju ke arah otoriter.

“Siapa yang mengontrol penguasa jika oposisi terus dibungkam. Ini sekali lagi saya sampaikan bahwa rezim Jokowi ini otoriter,” katanya.

Andre juga mengingatkan agar pemerintah segera sadar bahwa yang telah dilakukannya sangat berbahaya bagi keutuhan bangsa.

Selain itu juga dengan menggunakan hukum untuk memberangus lawan-lawan politiknya.

“Apalagi sudah menggunakan instrumen negara sebagai alat tekan, ini benar-benar otoriter,” pungkas Andre.

Sementara, Rocky Gerung sendiri akhirnya memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya, Jumat (2/1/2019), setelah sehari sebelumnya tak datang.

Rocky tiba di Polda Metro Jaya sekira jam 15.50 WIB. Rocky tak banyak menjawab pertanyaan awak media.

“Saya kan kesini hanya penuhi panggilan penyidik,” ungkap Rocky di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (1/2).

Karena itu, Rocky juga tak mempermasalahkan kenapa polisi baru memproses kasus yang menjerat dirinya itu.

Namun, ia mengisyaratkan bahwa penundaan kasus yang menjerat dirinya itu adalah sebuah manipulasi.

“Setiap penundaan pasti ada manipulasi. Rumusnya kan gitu,” tutup Rocky.

Untuk diketahui, sedianya Rocky Gerung diperiksa pada hari Kamis kemarin tapi ia tak datang dengan alasan punya acara di luar kota.

Maka, penyidikpun menjadwalkannya hari ini, Jumat (1/2) terkait pernyataannya ‘kitab suci itu fiksi’.

Ucapan yang dipermasalahkan itu terjadi dalam acara ILC di TvOne yang ditayangkan pada 10 April 2018 lalu.

Ia lantas dipolisikan oleh Sekjen Cyber Indonesia Jack Boyd Lapian ke Bareskrim Polri yang kemudian dilimpahkan ke Polda Metro Jaya.

Dalam laporan tersebut, Rocky disangkakan dengan Pasal 156a KUHP tentang Penistaan Agama.

Jack menilai pernyataan Rocky Gerung itu adalah sebuah penistaan terhadap agama yang merujuk pada Alquran, kitab Taurat, dan sebagainya.

Maka penyebutan kata ‘fiksi’ itu berarti juga menyinggung soal keberadaan Tuhan dan nabinya.

“Kalau ejaan di KBBI itu sudah jelas, kitab suci itu merujuk pada Alquran, Injil, Taurat, dan lain-lain. Dan fiksi itu rekaan, khayalan,”

“Berarti, kalau di saya sebagai orang Kristen, Nabi Isa itu fiksi, dong. Atau mungkin untuk umat lain, untuk Islam, Muhammad itu fiksi dong,” tutur mantan relawan Ahok ini.

(ruh/pojoksatu)
Sumber : Pojoksatu

0 Response to "Rocky Gerung Gak Diakui BPN Prabowo-Sandi"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1